
Untukmu Belahan Jiwaku
Empat dasawarsa telah engkau lewati
Kehadiranmu meramaikan rumah nan sepi
Kau yang pertama menjadi buah hati
Membuat hati berseri-seri
Tahun demi tahun silih berganti
Ketika tiga dasawarsa terlewati
Pertemuan kita yang dinanti
Membina jalin suci
Kini ....
Kau telah menjadi imam buatku
Menjadi panutan untuk buah hatimu
Jagalah terus janji itu
Untuk selalu menjagaku
Menyayangi putra mungilmu
Sayangku ....
Saat di usiamu hari ini
Kekasih sejatiku telah menerima Wahyu
Sebagai buah perjalan baru
Mengarungi hidup di dunia ini
Aku berharap ....
Jangan pernah lelah akan sikapku
Bila datang keegoisanku
Saat hati diselimuti rasa cemburu
Yang selalu menggebu
Hingga menggores hatimu
Imamku ....
Aku tinggalkan semua aktivitasku
Hanya untuk memenuhi permintaanmu
Terus berusaha menjadi pendampingmu
Agar mendapat Ridha-Nya selalu
Kekasihku ....
Jangan pernah kau nodai jalinan ini
Dengan kata-kata keji
Perilaku yang membuat emosi
Hingga menyimpan dendam di hati
Masih terngiang dalam ingatanku, ketika keinginanku, maumu untuk mengikat janji suci tepat dihari kelahiranmu.
Teruntukmu, 20 November 2018 Barakallah fii umrik. (NH)
Terimakasih yang sudah mau membaca, tetap semangArt ... jangan lupa bahagia.
#Keepsmile&Istiqamah
Jakarta, 211118
Rabu, 0:49
pic.dokumen pribadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar