Senin, 07 Januari 2019

Tatapan Mata Memesona Hati


Mentari kembali tersenyum. Tanah basah masih menguar akibat awan memerintah air turun ke bumi. Suara kicauan burung pun tak lagi usai menyanyi untuk menyambutnya. Aku masih enggan terbang bersama burung untuk menikmati indahnya alam.

Netra tak lagi usai terpejam. Raga telah kehabisan energi ... tetapi panggilan-Nya memaksaku untuk segera bangkit dari kelelahan tak bertepi.

Aku sudah lelah berteman sepi, ditambah kabar angin dengan cupar mengiris hati. Meski tak ingin merajut benang putih ada seseorang yang berharap itu terjadi.

Terdengar irama mendayu-dayu melantunkan namaku. Tak tersadar sudut mata mengeluarkan bening yang hampir mengkristal, kuusap dengan kelembutan agar tiada timbul keresahan bila sembab telah tampak.

Aku tersadar dalam kesiluan. Ada netra tajam ke arahku, bagai anak panah yang melesat tepat ke jantung hatiku. Dia memesonaku.

Hati ini dibuatnya menari. Aku terbang bersama burung dan ikut bernyanyi. Dialah oase di padang tandus, pupuk yang menyuburkan bunga yang hampir layu. Gayung pun bersambut, kini ... tak ada hening menyertaiku.

Ketika awan menutupi matahari, langit gelap menyertai, timbul pertanyaan yang meresahkan hati.  "Apakah aku sudah menemukan tulang rusukku? Apakah dia yang akan menyempurnakan agamaku? Atau aku hanya pelabuhan sementara, setelah itu dia pergi berlayar kembali ....

#Keepsmile&Istiqamah

Jakarta, 16 Desember 2018

Sabtu, 05 Januari 2019

Cahaya di Seberang Lautan

Oleh: Raein, teruntukku


Berjanji duka mengintegralkan rasa menemui janji bersama 


Ada rindu yang terjebak dalam tabung rasa tanpa penutup


Membiarkan rindu berhamburan menghantam samudra 


Melawan ombak tanpa bisa kuhitung kecepatan laju rasaku yang semakin berderu 


Kucoba cara yang berbeda meski akan sama 


Kuiringi setiap tarian jemari dengan menurunkan rindu 


Menyusuri setiap setapak hati yang dideru rindu 


Menjelma dalam kalam senyum manis meski tiada mampu kugambar 


Kurva senyum dalam diagramnya Namun bersama khayal telah kujumpa 


Cahaya dari lautan yang terpancar samar Samar memberi kehangatan dalam ruang rindu 


Mengobati setiap luka ingin jumpa yang tak mampu terwujud 


Kupeluk engkau erat dalam khayalku Meski tak mampu kurasa hangat tubuhmu


Cahayaku ....


Tetaplah bersinar menerjang rindu tanpa ampun 


Sebab meski kurasa sakit aku menikmatinya 


Jangan kau pernah lupa menyapa mentari 


Meski tiada pernah aku hadir dalam pandanganmu 


Sebab, kurasa bahagia berjumpa denganmu dalam mimpiku


Polman, 27 Desember 2018

Kamis, 08:08

Note: Raein adalah seorang adik di dunia Maya yang belum lama saya kenal, sosoknya yang kadang tak bisa ditebak, mengingatkanku kepada almarhumah adikku yang mendorong saya mengenal dunia literasi, makasih for u ... lope ... lope

Mahligai Cinta

Raksi napas terpapar ke khoisum, menembus hati membius otak ... nalar terhenti seketika. Wajah sendu pengobat rindu, kuukir nama di relung sukma.

Dia datang menyiram kalbu yang gersang, ditaburi benih tumbuh mekar bersemi. Lebah pun ikut menari-nari mencicipi madu kekasih.

Wajah ilam kian memancar, elegi untukku sirna. Engkau menjaga cahaya yang mulai redup_hilang, terhindar gelap gulita.

Pelangi pun serta melambaikan suka cita, swastamita enggan menyapa, tetapi alkolam ingin bersua, menyaksikan keindahan alam yang bernama cinta.

Bunga bermekaran kian menguar semerbak tak terbantahkan. Aroma yang terurai kuhidu dengan perlahan ... raga melepaskan jiwa, terbang ke atas awan melambung tinggi hingga ke langit ke tujuh.

Kuketuk pintu istana-Nya, hasrat bergemuruh membentuk tanya "Adakah namaku dan namanya terpatri di sana untuk membina mahligai cinta?"

Jakarta, 17 Desember 2018

Senin, 11:19

# Keepsmile&istiqamah

Merajut Benang Kasih

Gelombang asmara telah menemukan frekuensi yang sesuai, dengan suara jernih tanpa usikan. Terdengar kidung syahdu membawaku ke alam bawah sadar_candu asmara menggelora.

Aku memberanikan diri untuk merajut benang kasih diikuti oleh lantunan irama merdu, sehelai demi sehelai kubentuk gambar hati, kumenikmatinya ... sesekali aku terbuai dan kembali sadar.

Ketika darahku mendidih, kulepas ikatannya dan menata kembali benang yang terserak ... kusut .... Apa yang aku lakukan? tersadar dengan keadaan. Kurapikan dan rajut kembali meski harus kupinjam kesabaran Dewi Fortuna.

Aku manusia minim asa, kuhempaskan semuanya ... aku terbaring tanpa jiwa. Angin sejuk setiba menyapa, dia merangkaikannya untukku, diikat semua simpulan hingga kutak mampu melerainya.

Jakarta, 17 Desember 2018

Senin: 10:59

#keepsmile&istiqamah

Kompas Cinta

Gemercik air lingkar terdengar lirih, kubangkit dan terus mencari ... akankah kutemukan tanih jenuh di atas padang pasir?

Bulir-bulir peluh membanjiri raga, aku tertatih melebur harap hingga mampu menemukan setets air. Asa yang mulai surut terhimpit lelah, jalan yang kutuju tak sua jua.

Aku kehilangan arah! adakah jalan tanpa sesat? setiba angin menyapa, serupa manusia memberikan arah.

Nelangsa kalbu berkecamuk suka, gairah kembali menyapa ... engkau menemani raga yang hening, jiwa yang hampa.

Pengembaraanku kini begitu berarti, terarah, dan pasti, meski untuk menemukan tempat tersembunyi harus melewati jalan terjal tak bertepi ... aku tetap penuh dengan energi, karena ada engkau hai! kompas cinta yang selalu menemani

Jakarta, 27 Desember 2018

Kamis, 11:19

#Keepsmile&istiqamah

Harapan yang Tersisa

Puisi
Kepakan sayap merpati
Datangkan kabar berseri
Desau angin pun ikut mengiringi
Aku sekadar membisu
Tiada lesap mengusik kalbu

Dentuman kembang api saling berlomba
Memancarkan cahaya yang terindah
Terdengar lirih alunan ayat-ayat-Nya
Aku pun tersungkur di altar sajadah

Ketika aftab menyapa
Netra tak mampu terbuka
Derasan bening keluar seketika
Meratap tangis memohon doa
Mengingat asa menduduki singgasana telah sirna

Perubahan bukan bualan belaka!

Kini ....
Dua belas bulan telah berlalu
Tahun telah berganti
Asaku hanya satu
Menjadi insan yang di ridhai oleh ilahi Rabi

Kolaborasi with Sufyan

Quotes:

Pergantian tahun tidaklah hura semata, tetapi ajang untuk muhasabah

Jakarta, 30 Desember 2018

Minggu, 22:47