Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang profesor. Ketika sedang memandang ke atas langit dia melihat ada cahaya yang begitu terang. Profesor pun penasaran. Dia langsung masuk ke ruangan dan mengambil cawan berisi air.
Dengan ilmu yang dimilikinya Sang Profesor bisa melihat apa yang di dalam planet tersebut, hanya melalui cawan berisi air. Dia sangat terkagum dengan pemandangan yang dilihatnya.
Makhluk-makhluk yang bernama Handphone, Tablet, Kamera Digital dan Laptop pun menarik perhatian Profesor.
’Betapa pintarnya mereka bisa membuat Planet Gadget begitu maju.’
Karena rasa penasarannya Profesor pun ingin mengetahui ilmu apa yang mereka punya.
Akhirnya profesor punya ide untuk mengirim anak-anak ke planet tersebut ... tanpa pemaksaan apalagi penculikan.
Karena dengan anak-anak penghuni planet tersebut tidak akan menaruh curiga sedikit pun.
Empat anak pun secara sukarela telah berkumpul ....
Profesor mendata nama-nama anak tersebut. Hani, Tata, Kadi dan Lapo.
"Nanti di sana bermain seperlunya saja kalau kalian lapar makanlah, haus minumlah, dan bila kalian lelah istirahatlah, " ucap profesor memastikan anak-anak.
"Baaiik Profesor .... "
"Nanti setelah satu minggu kalian ucapkan kata Profesor tiga kali ... dan kalian akan kembali ke Planet Bumi ... mengerti!"
"Mengerti Profesoor ... " ucap keempat anak secara bersamaan.
"Ok ... sekarang pejamkan mata kalian."
Keempat anak tersebut pun telah sampai ke Planet Gadget. Profesor memantau mereka dari cawan berisi air ... meski tidak secanggih CCTV dia bisa memantau gerak gerik mereka.
"Kalian siapa dan dari mana?" ucap Handphone yang saat itu sedang berada di pintu masuk.
"Kami dari Planet Bumi ditugaskan Profesor untuk bermain bersama kalian," ucap Kadi dengan muka polosnya.
"Baiklah, apakah Profesor memberikan nasehat kepada kalian?" Laptop yang sedang di dekat Handphone pun ikut berbicara.
"Iiya .... " Mereka berempat pun memberitahu apa saja yang di nasihati Profesor.
"Kalian harus menaati perintahnya ya, kami tidak akan bertanggung jawab kalau kalian tidak patuh atas perintah Profesor.
"Oke .... "
Semuanya terkendali, Profesor merasa lelah ... dia pun tertidur lelap. Di saat lelap tidak ada yang memantau ke empat anak tersebut.
Profesor tidak mengetahui adanya perbedaan waktu, ternyata satu minggu di Planet Bumi satu bulan di Planet Gadget.
Tata dan Kadi bukan hanya bermain dengan penghuni Planet Gadget, tetapi mereka berdua selalu membahas mata pelajaran. Berbeda dengan Hani dan Lapo ... selalu terhanyut dalam permainan.
"Hani kamu tidak mau makan, aku lapar ... " ucap tata sambil memegang perutnya.
"Tidak ... lagi asyik ini permainannya, iya kan Handphone? "Handphone pun mengiyakan ucapan Hani.
"Kadi ... Lapo ... kamu mau ikut tidak? Yuk kita makan!" Hanya Kadi yang mengikuti Tata, Lapo terus bermain bersama Laptop.
Hanya Tata dan Kadi yang mengikuti perintah Profesor. Makan, minum dan tidur mereka lakukan ... tidak dengan Hani dan Lapo mereka terus asyik bermain.
Akhirnya Tata dan Kadi ingat sudah seminggu berada di Planet Gadget.
Tata memanggil Profesor tiga kali. Cukup satu orang yang memanggil, keempatnya langsung berada di Planet Bumi.
Berarti keempat anak tersebut sudah sebulan berada di Planet Gadget, menurut perhitungan Planet Bumi.
Selama dua minggu Profesor tertidur ... begitu terbangun dia pun terkejut, tidak melihat ke empat anak tersebut.
Akhirnya Profesor pun pergi ke Planet Gadget untuk melihat keadaan anak-anak tersebut.
Profesor bermain bersama Handphone, Kamera Digital, Laptop dan Tablet. Profesor pun terlupa dengan tujuan awal hanya melihat kondisi ke empat anak tersebut.
Dia pun kecanduan dengan penghuni Planet Gadget hingga lupa untuk pulang ke Planet Bumi.
Profesor pun tak pernah tahu keempat anak tersebut sudah berada di Planet Bumi.
Tata dan Kadi setelah pulang dari Planet Gadget sangat pintar nilai ujiannya mendapat nilai 100, menjadi anak unggulan di sekolahnya dan menjadi kebanggaan orang tuanya.
Berbeda dengan Hani dan Lapo, mereka berdua jadi kurang fokus, nilainya selalu jelek dan membuat malu orang tuanya.
pic. http://nesabamedia.com
Pelajaran yang bisa di ambil dari cerita di atas adalah:
# Menuruti perintah yang lebih tua membawa berkah.
# Gadget memberikan dampak positif, anak jadi cerdas, tidak gaptek bahkan menjadi juara kelas, boleh kita memberikan gadget kepada anak-anak kita, asal ada batasannya.
# Gadget juga bisa membawa dampak negatif bila tidak dipergunakan dengan sewajarnya, berlebihan ... karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, makan, minum dan tidur berlebihan pun akan membawa dampak yang buruk.
# Bukan terhadap anak-anak saja gadget berdampak buruk bahkan orang tua sekalipun yang tidak dapat mengontrolnya akan berakibat fatal.
Gadget memiliki dua mata pisau, apabila tidak bisa menggunakannya akan melukai diri anda sendiri.(NH)
Mudah-mudahan cernaknya bisa dicerna, clue sendiri muter otak bikinnya, hiks
#Keepsmile&Istiqamah
Jakarta, 311018
Rabu, 07:25
Tidak ada komentar:
Posting Komentar