Selasa, 03 Desember 2019

[cernak]- Asal Usul Ikan Tidak Mempunyai Lidah


DSB - Asal Usul Ikan Tidak Mempunyai Lidah

"Hai, Nemo ke sini kamu! Membersihkan karang yang begitu mudah saja kamu tidak mampu!" hardik sang Gugu, gurita cerdas yang sombong.

Gurita, hewan invertebrata yang paling cerdas, karena kecerdasannya dia suka menghina teman-temannya.

pic. gofreedownload.net

Mereka hidup di samudera yang luas. Di sanalah terdapat Kerajaan Kesucian, ada Nemo seekor Ikan yang lucu, Gurita, Guri yang pintar tetapi sombong, Ubub, Ubur-ubur yang suka menyengat, Rara, Kura-Kura yang lambat, dan Kuda Laut, dia paling kecil diantara teman-temannya.

"Nemo ... kamu kenapa selalu diam kalau Guri suka menghardikmu?" tanya Rara.

Nemo hanya tersenyum kecil mendengar celotehan teman-temannya.

"Belajarlah dari Nemo teman-teman, dia begitu sabar," sahut Ubub.

Guri datang menghampiri teman-temannya yang sedang asyik  membicarakan kejelekannya.

 "Hus ... hus ... Guri menuju kemari, diamlah nanti kalian kena marah juga," ucap Kula, Kuda Laut yang gagah namun lembut hatinya.

"Teman-teman, besok aku akan melakukan perjalanan bersama keluargaku, kalian selama tidak ada aku jangan ada yang nakal, tetap bersihkan kerajaan ini!" ujar Guri.

Mereka semua mengiyakan permintaan Guri, mereka begitu senang atas kepergiannya.

Ketika mereka sedang asyik bermain datanglah Cucu, seekor Cumi-Cumi ... mereka mengira Cucu adalah Guri, karena memang tampak sama.

Guri mempunyai delapan tentakel, sedangkan Cucu sepuluh, cara bergeraknya pun berbeda Guri bisa berenang dan merayap, Cucu hanya bisa berenang.

"Hei Guri cepat sekali kamu pulang, apakah perjalanan kamu kurang menyenangkan?" ucap Rara yang sedang asyik bersantai.

"Perjalanan ... ? aku baru tiba di kerajaan ini, aku perantau dari kerajaan seberang." Cucu pun tampak kebingungan.

Teman-temannya tidak mempercayai ucapan Cucu, mereka berpikir ini hanyalah tipu muslihat Guri.

Cucu merasa senang atas perlakuan Kerajaan Kesucian, baru kali ini dia diperlakukan sangat istimewa selama masa perantauan.

Dia pun menikmati ini dan mengambil kesempatan, sikapnya pun sama dengan Guri tetapi dia lebih santai dan pemalas, hanya bermain saja yang dilakukan.

Guri yang telah usai dalam perjalanannya nampak bingung, kenapa tidak ada teman-temannya yang menyambut.

"Apa yang kalian lakukan! kenapa kerajaan begitu kotor? lirih Guri yang begitu sangat marah.

Cucu yang sedang bermain bersama teman-temannya tetap santai dengan kehadiran Guri, dia yang sekarang berkuasa.

"Hei kamu siapa? kenapa kamu sangat mirip denganku, ah tetapi aku lebih hebat darimu, kamu hanya bisa berenang, sedangkan aku ... ?!" gumam Guri yang tidak terima posisinya tergantikan.

"Hahaha ... kita sama-sama mahluk bertentakel apa yang kamu sombongkan, aku yang lebih hebat ... aku punya sepuluh tentakel!" Cucu pun menanggapi tidak mau kalah.

Teman-temannya pergi menjauh tidak ingin terlibat dalam perkelahian dua tentakel tersebut.

"Hei Nemo, ini kesempatan kita untuk menyingkirkan Guri, dia begitu sombong ... ayolah kita sebarkan kabar tentang keburukannya." ucap Kula yang sering tersakiti.

"Guri atau Cucu, mereka sama saja," sahut Rara.

"Cucu lebih santai, kita tidak bersusah payah bekerja," Ubub pun menanggapi, sengatannya kadang mengenai teman-temannya.

Teman-temannya pada ribut untuk menyingkirkan Guri, dengan melakukan perkataan yang tidak baik. Nemo hanya terdiam tidak ikut terbawa emosi.

"Nemo bolehkah aku tahu, kenapa kamu tidak pernah berbicara, tidak ikut-ikutan ngomongin Guri yang sombong, padahal diakan sering jahat juga sama kamu." ucap Kula.

Rara dan Ubub pun ikut mendengarkan percakapan mereka, meski seringkali tetap membicarakan keburukan Guri dan Cucu.

"Tahukah kamu, dahulu kala nenek moyangku melakukan hal yang sama, suka memfitnah dan menggunjing, tanpa di usut kebenaran tentang suatu berita, lalu Sang Pencipta murka, lalu Dia menghilangkan lidah kami."

"Bukankah tujuan Guri baik, dia mengajarkan kita kebersihan dan disiplin, meski ucapannya sangat mengganggu kita," ujar Nemo menanggapi pertanyaan teman-temannya selama ini.



Kira-kira nyambung tidak ya ceritanya, hehe ... sistem sks, ikut meramaikan challange MeRadio



Salah seorang sahabat pun bertanya, "Kenapa ikan tidak mempunyai lidah?"

Sabda Rasulullah s.a.w, "Setelah Allah selesai menciptakan Adam a.s. maka di perintahkan malaikat agar tunduk sujud kepadanya.

Semua malaikat patuh pada perintah itu kecuali iblis. Oleh karena iblis enggan sujud maka Allah melaknatnya serta mengusirnya keluar dari syurga dan dihapuskan wajahnya, iblis di turunkan ke bumi lalu dia pergi ke laut. Pertama yang di jumpai oleh iblis ialah ikan."

Iblis menceritakan kekurangan Adam a.s kepada ikan. Katanya "Sesungguhnya Adam itu sangat suka memburu dan membunuh binatang-binatang yang ada di laut dan juga di darat."

Setelah ikan mendengar kata-kata iblis itu, ia pun segera menyebarkannya kepada binatang laut yang lain berita tentang Adam a.s.

Allah tidak menyenangi perbuatan ikan inilah lalu dihilangkan lidah ikan agar tidak menyampaikan berita yang tidak sebenarnya.


"Seburuk-buruknya orang di mata kita, tidak ada hak untuk menghina atau menyebar fitnah."(NH)

Ref. Buku Di balik Ketajaman Mata Hati, sekuat otak bekerja untuk mengingat siapa pengarangnya, tetap tidak bisa.

#Keepsmile&Istiqamah

Jakarta, 071118

Rabu, 16:37

DSBAsalusul Ikan Tidak Mempunyai LidahDongengDibalik Ketajaman Mata Hati BBBDWPF Meradio


Tidak ada komentar:

Posting Komentar