Selasa, 03 Desember 2019

[cernak] Kisah Ulat Bulu Dan Kupu-Kupu



[cernak] Kisah Ulat Bulu Dan Kupu-Kupu

Clue : kejujuran

Pada suatu hari diceritakan ada sebuah hutan di Kutub Selatan, hutan tersebut di beri nama Hutan Kejujuran.

Di sana hidup semua hewan ... mereka hidup rukun dan damai. Hutan tersebut akan selalu makmur, tidak ada satu hewan pun yang akan hidup kelaparan ....

Dengan syarat penghuni Hutan Kejujuran harus selalu hidup jujur sebagaimana namanya.

Di sana hiduplah seekor Ulat Bulu yang gendut, selama matanya terbuka kerjaannya hanya mengunyah dan mengunyah saja.

Ketika dia sedang menikmati daun nan segar ... terlihatlah Kupu-Kupu yang cantik, sayapnya begitu indah membuat si Ulat pun terkesima melihatnya.

Ulat Bulu gendut pun segera berhenti mengunyah daun tersebut. Dan untuk pertama kalinya Ulat Bulu tersebut berhenti menikmati lezatnya daun.

Di hampirinya Kupu-Kupu tersebut, lenggak lenggok tubuhnya membuat mata pun gemas melihatnya ... geal ... geol ... geal ... geol ....

"Hallo ... bolehkah aku tahu siapakah dirimu? Kamu begitu cantik, sayapmu begitu bersinar dan anggun."

"Hai ... Aku Kupu-Kupu, kau pun bisa seperti aku, tetapi ada syaratnya."

"Benarkah ... bolehkah aku tahu? aku juga ingin seperti dirimu terbang bebas menikmati indahnya alam, tidak seperti aku yang hanya terdiam di pepohonan."

"Boleh ... syaratnya mudah hanya satu, tapi setelah tahu syaratnya kamu harus menjalaninya tidak ada pengecualian."

"Apa itu? Pasti aku bisa memenuhinya."

Karena Ulat Bulu yang gendut berjanji akan menjalani syaratnya akhirnya Kupu-Kupu pun memberitahu rahasia perubahan dirinya.

"Baiklah selama kamu dalam proses seperti aku, kamu hanya butuh puasa ... tidak makan dan minum, hanya butuh 14 hari, apakah kamu sanggup dengan syaratnya?"

"Baiklah syarat yang begitu mudah."

Belum ada lima menit puasa, Ulat Bulu yang gendut itu pun merasa  lapar, lalu dia makan kembali seperti kebiasaannya, tidak berhenti makan saat mata terbuka.

Sebulan pun sudah berlalu kupu-kupu pun bertanya kepada si Ulat Bulu yang gendut.

"Wahai Ulat Bulu kenapa kamu sudah sebulan tidak berubah seperti aku ... ? Apakah kamu menjalankan syaratnya?"

"Oh tentu ... tetapi tidak tahu mengapa aku pun belum berubah, mungkin kamu berbohong kepadaku."

"Apa ... ! Kamu menuduh aku pembohong! kamukan tahu ini Hutan Kejujuran, nanti hutan ini akan sirna menjadi es membeku, tidak akan ada lagi hutan ini ... mengerti kamu!"

Dengan rasa amarah Kupu-Kupu pun pergi meninggalkan si  Ulat Bulu  yang gendut. Dengan melihat ke kanan ke kiri atas bawah Ulat Bulu yang gendut pun langsung mengunyah daun kembali.

Kupu-Kupu merasa bersalah telah marah-marah kepada si Ulat, lalu Kupu-Kupu pun kembali, dia begitu terkejut melihat si Ulat sedang mengunyah daun segar.

Hutan pun secara tiba-tiba menjadi dingin, Kupu-Kupu pun menangis melihat perubahan hutan ... dia tidak mampu untuk terbang jauh, si Ulat pun merasa bersalah, dengan kebohongan yang dia lakukan.

Demikian dengan hewan yang lainnya, hanya mampu terdiam. Kini tidak ada lagi yang namanya Hutan Kejujuran di Kutub Selatan.

Hikmah dari kisah di atas :

Kebohongan ditutupi dengan rapi tetap saja akan terbongkar juga, dengan kebohongan bukan hanya membuat sengsara diri sendiri tetapi juga bagi orang banyak. (NH)


Kisah ini murni fiksi ya, hayalan saya saja terinspirasi dari tepuk Kupu-Kupu.

#Keepsmile&Istiqamah




pic.pinterest.com


TEPUK KUPU-KUPU

Ulatnya makan daun

Ulatnya kekenyangan

Ulatnya puasa

Jadilah kepompong

Kepompongnya terbuka

Jadilah Kupu-Kupu

Faroosyatun ... Butterfly (tangan terbang seperti sayap Kupu-Kupu).

Pengalaman saat mengajar TPA&TK, tidak tahu tepuk tersebut karangan siapa.

Jakarta, 291018

Senin, 22:39


Tidak ada komentar:

Posting Komentar