Selasa, 03 Desember 2019

Ucapan Alhamdulillah dengan Alhamdulillah’ala Kulli Haal



Ucapan Alhamdulillah dengan Alhamdulillah’ala Kulli Haal

Pernahkah kalian mendengar ucapan الحمدلله على كل حال ?

Ketika saya sedang menjelajah dan menikmati aksara demi aksara yang teruntai dari platform sebelah, sampailah pada status teman, istrinya baru melahirkan, dia mengucapkan Alhamdulillah’ala kulli haal (segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan), saya rada kaget membacanya, setahu saya ucapan tersebut untuk ungkapan hal yang tidak menyenangkan.

Ilmu yang sudah saya tahu dari mama mertua_barakallah fii kuum dan hasrat ingin berbagi dengan kalian, akhirnya saya mengelus layar canggih lalu pergi ke mbah google untuk mencari dalil yang menguatkan. Berdasarkan hadits nabi, ucapan tersebut diucapkan:

Pertama, setelah bersin

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ رَجُلاً عَطَسَ إِلَى جَنْبِ ابْنِ عُمَرَ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ. قَالَ ابْنُ عُمَرَ وَأَنَا أَقُولُ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ وَلَيْسَ هَكَذَا عَلَّمَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَّمَنَا أَنْ نَقُولَ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ.

Dari Nafi, ada seorang yang bersin di dekat Ibnu Umar lalu dia berucap, “Alhamdulillah wassalam ‘ala rasulillah”. Mendengar ucapan orang tersebut, Ibnu Umar mengatakan, “Saya juga mengucapkan kalimat Alhamdulillah was salam ‘ala rasulillah namun tidak seperti itu yang diajarkan oleh Rasulullah kepada kami. Beliau mengajari kami untuk mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal” ketika bersin” [HR Tirmidzi no 2738, dinilai hasan oleh al Albani].

عَنْ أَبِى أَيُّوبَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَلْيَقُلِ الَّذِى يَرُدُّ عَلَيْهِ يَرْحَمُكَ اللَّهُ وَلْيَقُلْ هُوَ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ».

Dari Abu Ayub, Rasulullah bersabda, “Jika salah satu diantara kalian bersin hendaknya dia mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli haal“. Orang yang mendengarnya merespon dengan mengucapkan, “Yarhamukallahu“. Kemudian orang yang bersin mengucapkan, “Yahdikumullahu wa yushlih baalakum“”[HR Tirmidzi no dinilai sahih oleh al Albani].

Kedua, ketika melihat hal-hal yang tidak menyenangkan

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ». وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ».

Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shaalihat”. Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal“” [HR Ibnu Majah no 3803 dinilai hasan oleh al Albani].

Berdasarkan hadits riwayat Ibnu Majah di atas bahwa Rosulullah ketika menyukai suatu hal yang menyenangkan, beliau mengucapkan;

  

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

 

“Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmus shaalihaat” yang artinya: Segala puji bagi Allah yang dengan kenikmatan-Nya menjadi sempurna segala amal saleh.

Masya Allah indahnya sinar rembulan, Alhamdulillah.

Subhanallah terjadi gempa, Alhamdulillah’ala kulli haal.

***

Apabila melihat sesuatu yang menyenangkan saya cukup ucapkan الحمد لله.

Sekali lagi saya mengatakan bahwa tidak ada ucapan yang salah, tetapi mulailah menggunakan kalimat toyyibah sesuai tuntunan Alqur’an dan hadits.(minda)

Saya hamba yang fakir, semoga tulisan ini bermanfaat, maafkan bila kurang berkenan dan tidak lupa saya ucapkan terimakasih yang sudah mau membaca.

Penggunaan ucapan Masya Allah dan Subhanallah sesuai firman Allah klik di sini.

Sumber: dari berbagai sumber

#Keepsmile&Istiqamah

Jakarta, 291118

Kamis, 15:01



 

 

 

pic.t1.gstatic.com

Alhamdulillah Kalimat ThoyyibahAlhamdulillah’ala kulli haal plukmekeepsmile bbb dwpf



Tidak ada komentar:

Posting Komentar