Selasa, 03 Desember 2019

[ceritaanak] Negeri Di Atas Awan : Dongeng Untuk Gadis Difabel



[ceritaanak] Negeri Di Atas Awan : Dongeng Untuk Gadis Difabel

Ini kisah di Negeri Awan ... penghuninya selalu memancarkan sinar bagi makhluk yang di Bumi.

Cahayanya selalu berkilau membuat siapa pun yang melihatnya bahagia.

Rembulan ... Matahari dan Bintang pun ikut senang bahwa dirinya begitu bermanfaat bagi orang banyak.

Tetapi ketika mengamati lagi, ada satu rumah yang terlihat begitu lusuh tidak terlihat gembira akan sinar mereka. Penghuni Negeri  Awan pun menjadi muram.

"Sang Rembulan turunlah kau ke Bumi, coba kau tanyakan ada apa gerangan rumah itu begitu terlihat sedih? ucap Sang Matahari ."

Sang Rembulan segera menuruti perintah Sang Matahari. Di amati rumah itu ... dari sudut ke sudut, terlihat gadis kecil yang sedang menangis ... Rembulan pun menghampiri anak tersebut.

"Wahai penghuni makhluk Bumi, kenapa engkau begitu bersedih, bukankah kami Negeri Awan selalu memberikan keceriaan bagi yang melihatnya."

"Ka ... kamu siiaapa?" dengan suara yang sedikit parau. 

"Aku Sang Rembulan wahai gadis kecil."

Gadis kecil pun memeluk erat Sang Rembulan, cahayanya menghangatkan relung jiwa.

"Aku gadis yang memiliki kaki tidak sempurna, teman-temanku selalu mengejekku ... tidak ada satu pun yang mau bermain denganku." isak tangis pun semakin keras.

"Lihatlah diriku ... ! apakah kau tidak melihat, aku pun tidak sempurna, tapi aku selalu tersenyum dan memberikan sinarku untuk mereka."

"Tetapi kamu punya kelebihan ... cahayamu bisa membuat mereka bahagia, sedangkan aku ... !" dengan tertunduk begitu sedih.

"Tersenyumlah, kau pun punya kelebihan, setiap anak mempunyai itu, galilah dirimu, jangan hanya meratapi nasibmu."

Gadis kecil pun bangkit ... tak ada lagi air mata yang dia keluarkan, meski tidak sedikit yang mengejeknya tetapi lebih banyak orang yang mencintainya.

Sejak saat itu penghuni Negeri Awan tidak lagi melihat rumah yang bersedih.



Thanks to Plukers Rindist

"Kekurangan terhadap diri bukanlah hambatan untuk menjadi orang yang memberikan manfaat untuk orang banyak."(NH)


pic.4bp.blogspot

Ide datang saat goreng tempe dan tahu, terinspirasi oleh plukers Rindist.

Masih belum bisa bermain diksi, tetap semangat.

Terimakasih sudah mau berbagi dan merepotkan mba Rindist.

Terimakasih juga buat mba Nurhalipah, guru online

Terimakasih grup DWPF 

Terimakasih grup BBB

Terimakasih juga yang sudah mau membaca.

Ini judulnya Terimakasih # erorhuman




#Keepsmile&Istiqamah

Jakarta, 021018

Jumat, 02:19


DWPF DWPFCernak BBBcahaya dongeng ceritaanakcernak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar