
[cerita anak] Ketika Beruang, Gajah dan Kudanil Dalam Satu Truk
Berry adalah Beruang Putih yang baik hati dan penuh semangat, dia tinggal di Kutub Utara.
Semua hewan adalah sahabatnya tanpa terkecuali Pororo ... Penguin kecil yang imut yang berada di Kutub Selatan.
Ketika hati dilanda rindu Berry begitu gelisah.
"Pororo bagaimana kabarmu? sudah lama kita tidak berjumpa ... aku kangen," ucap Berry yang kala itu sedang menuju ke hutan.
Gajo merupakan Gajah yang begitu lemah lembut dan suka berbagi, dia mendengar keluhan sahabatnya Berry.
"Apakah engkau mau ke rumah Pororo, Berry?"
"Iya ... aku sangat merindukannya."
"Bolehkah aku ikut? " ucap Gajo dengan memutar-mutarkan ekornya.
"Boleh ... dengan senang hati, biar perjalananku tidak membosankan."
Saat di jalan Berry dan Gajo bertemu dengan Hipo, Kudanil yang suka menguap dan tidak sabar.
Ternyata Hipo pun tertarik untuk bertemu dengan Pororo juga, akhirnya tiga sahabat berjalan menelusuri hutan. Dengan langkah yang menggetarkan tanah.
Ketiganya berjalan sudah seperti model berjalan di catwalk, lenggak lenggok gemulai dari tubuh yang begitu besar.
Jarak antara Kutub Utara dan Kutub Selatan yang begitu jauh, membuat ketiganya terasa lelah.
"Betapa lelahnya aku Berry, bagaimana denganmu Hipo?" ucap Gajo yang sering mengibaskan telinga saat dia kepanasan.
"Aku pun sama ..., " ucap Berry dan Hipo.
Tetapi jiwa semangat Berry tidak menghilangkan gairah mereka untuk bertemu Pororo.
Saat sedang melepas lelah ada sebuah truk melewati mereka. Dengan spontan Gajo mengulurkan belalainya menghentikan truk tersebut.
Dengan susah payah Gajo menaiki truk tersebut. Sifatnya yang suka berbagi tersentuh ... tidak mungkin hanya Gajo yang naik truk, Berry dan Hipo pun harus ikut bersamanya, susah senang selalu bersama. Itulah arti persahabatan.
Gajo yang sudah berhasil menaiki truk tersebut turun kembali, berharap Hipo yang lebih kecil agar naik terlebih dahulu.
"Ayolah Hipo jangan malas bergerak coba masuk terus, hingga kita bisa naik bersama!" ucap Berry dan Gajo dengan sekuat tenaga mendorong Hipo ke dalam truk tersebut.
Hipo pun berhasil naik ke atas truk, giliran Berry ... dengan mudah dia menaiki truk meski hanya bagian depannya saja.
"Aduh pie iki Gajo ... aku pun tak bisa menaiki seluruh tubuhku, bagaimana kamu mau masuk?" Berry pun turun kembali, sambil berpikir bagaimana kami bisa naik bersama.
Berulang kali mereka naik turun memikirkan bagaimana bisa menaiki mobil truk bersama, agar lebih cepat melepas kerinduan dengan Pororo terobati.
Usaha mereka sia-sia, ternyata sama saja ... semangat Berry tidak membuat mereka lelah.
Mereka pun tak putus asa, walau tidak mungkin truk sekecil itu mengangkut mereka bertiga.
Berry masih berpikir bagaimana caranya masuk ke dalam mobil truk dengan mudah. Tiba-tiba Gajo bersin, udaranya mengenai Berry dan Hipo.
Ajaib ... udara yang dikeluarkan oleh Gajo membuat Hipo dan Berry mengecil.
"Sungguh besar semangat kalian, walaupun semuanya tidak terasa mungkin, tetapi kalian tidak putus asa untuk berusaha, itulah hidup harus melewati begitu banyak rintangan kalau tetap berusaha akhirnya tercapai juga!" ucap supir truk yang merasa kagum dengan semangat tiga sahabat tersebut untuk mencapai keinginannya.
Akhirnya mereka bertiga bisa menaiki truk bersama-sama dan melepas rindu dengan sahabatnya Pororo di Kutub Selatan.
"Berjuang untuk mencapai keinginan tanpa putus asa walau segala rintangan menghadapi."(NH)
Dream Of Beatle
#Keepsmile&Istiqamah
Jaksel, 051118
Minggu, 16:27
pic. pinterest.com
pic. Rin Muna
Clue : kerinduan, gadget, dongeng, boneka, buku, sahabat
Ide untuk clue sahabat didapat saat sedang bermain bersama anak, dia marah-marah ketika boneka Gajah harus dinaikkan bersama Hipo dan Beruang jatuh terus.
Hipo dan Beruang berukuran kecil saya naikkan di depan atap mobil truk.
Gajah di belakang sendirian, walau terus terjatuh.
Ibunya tidak sabar, tetapi lucu juga kalau dituangkan dalam tulisan.
Cernak ibu persembahkan untukmu putra kecilku, love u Harun.
End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar