Ada Apa dengan Ray?
Apakah Dia Seorang Maho
Spoiler for dokpri edit with kolase
Quote:
Ray bagai sebuah singkong yang begitu keras. Akan tetapi, tiba-tiba dia menjadi tapai, entah masalah apa yang menjadi ragi dalam hidupnya, sehingga membuatnya begitu lembek.
Quote:
"Intan …." Dengan suara agak berat, menahan rasa isak.
'Betapa cengengnya kau Ray!' Lidahku keluh bila berhadapan dengannya, ceplas-ceplosku hilang bagai embun di siang hari.
Quote:
"Mom!"
"Kenapa dengan mom Ray?" Darah Intan mengalir ke otak, nafasnya pun ikut tidak teratur, dengan telapak tangan meremas bahu Ray.[/I]
"Dia bersama pria seumuran denganku, mereka bercanda gurau, entah apa yang mereka lakukan di dalam kamar".
Curhatannya selalu tentang Ibumu, bergonta ganti pasangan, kurang baik apa ayahnya? Apakah itu yang membuatmu enggan mencintai kaum kami?
Ingin sekali memelukmu Ray, tetapi ....
Quote:
"Cup, cup sini sayang." Intan hanya meminjamkan bahu ini.
"Nanti kalau ketemu, tak tendang tuh orang, ayo smile," goda Intan untuk menenangkan Ray.
Kadang Intan berpikir, dia bertukar tempat. Dia yang begitu tomboy, disiplin, tegas, ekstrovert, ceria, dan dia wanita. Tidak dengan Ray, dia berbanding terbalik dengan Intan.
***
Quote:
"Ray, Lo ikut gue dong, gabung yuk di pencak silat sekolah,(berharap bisa gabung di IPSI) ayolah emang elo nggak iri dengan couple yang dapat medali emas di ASEAN GAMES kemarin." Wajah Ray datar menanggapi, tetapi dia tetap pergi bersama Intan. (bagaimanapun Intan tak rela, dia menjadi kaum nabi luth).
Dia mengerti semua maksud yang Intan lakukan, tetapi ini adalah permainan psikologi yang Intan pun tak mengerti, kenapa?
Itu juga yang mendorong Intan untuk kuliah jurusan psikologi.
***
Seperti pepatah ada semut ada garam, ada Ray ada Intan.
Orang-orang menyangka mereka adalah couple, Ray memang sangat nyaman dengan Intan, bahkan kelewat nyaman, kadang candaannya pun kelewat batas, sampai games "naked" mereka lakukan, semua itu dilakukan Intan hanya tuk meyakinkan dirinya.
Quote:
"Ah dia takkan pernah melirik gue sebagai kaum hawa."
***
Hari perpisahan pun tiba lima bus pariwisata siap diberangkatkan ke Malang.
WELCOME TO MALANG
Sudah menjadi kebiasaan setiap ada acara, Intan mengalami insomnia akut, resah gelisah tidak bisa tidur, dilihat dan dibuka lagi, apa-apa yang harus dibawa.
Dia selalu memainkan jari jemarinya, tertujulah pada blog trinity, blog pertama tentang travelling, tips demi tips dia pelajari, maklum waktu seminggu dalam perjalanan, meminimalisir bawaan.
Ketukan pintu disertai panggilan akrab,
Quote:
"Nit … Nat …."
Tok … tok ….
Quote:
"Tunggu!" sahut Intan, sambil menuju ke arah pintu, hal yang tak pernah lupa topi hitam dengan bordir RI.
"What! lu mau kemana Jak?" (Dipanggilnya Ray seperti itu karena wajah Ray mirip Jacob serigala di film twilight.) Dengan 2 (dua) koper dan tas ransel di belakangnya.
"Mau pindah lu! kan gue uda share tips apa saja yang harus dibawa."
"He,he, gue belum buka hp, sorry, ngantuk berat." Dengan senyum nyengir kudanya, menggaruk kepala padahal tidak ada rasa gatal, dengan topi kupluk berbordir IR.
Dengan sigap Intan mengobrak-ngabrik isi bawaan Ray, tinggal tersisa 1 tas ransel.
Quote:
"Cepet nih, bawa pulang dulu," ujar Intan, rumah Ray hanya berseberangan jalan.
"kita naik motor aja ya biar cepet".
Sambil nunggu abang ojol datang, tiba-tiba ....
"Pret …"
"Aduh gue mules lagi Jak."
"Kebiasaan sih lu Nit!"
"Uda turun temurun, nyokap gue, om gue, kalo mau pergi harus pamitan dulu sama kamar mandi, cepet ko, nanti bilang abangnya, suruh nunggu, gue kasih no hp lu ya."
"Sip," sahut Ray.
"Maaf Bang, harus nunggu."
"Iye … Neng, tadi itu pacarnya?"
Si abang ojol selama perjalanan kepoin Intan, untung perjalanan sekolahnya cuma berjarak 500 m.
***
Perjalanan yang begitu panjang, diiringi dengan nyanyian, alunan gitar, tertawa bersama melepas masa-masa smk menuju ke perguruan tinggi.
Bus pun melipir tuk ishoma (istirahat, sholat, makan), biar pun mereka tidak begitu taat, tetap menjalankan ibadahnya, meski banyak bolongnya.
Intan menarik lengan baju Ray.
Quote:
"Lah Jak, ko itu ada Jojo?"
"Mana! eitdah pedagang itu maksud loh? Kebiasaan!" Dengan memencet hidung Intan yang bangir.
"Ngagetin gue aj luh.'
"Iya, maaf, bukan ya? habis mirip banget."
Intan kalo lagi kesemsem sama orang, dari tukang somay, kondektur sampai pemulung pun bisa terlihat orang yang dia kagumi.
***
Perjalanan yang begitu panjang, akhirnya sampai juga di Malang, acara demi acara telah dirampungkan, tibalah sesi bebas.
***
Waktu seminggu cukup membuat kedekatan antara Intan dan pak Nathan, pelatih pencak silat yang tidak kalah tampan, yang selalu mengagumkan di mata Intan.
******
Quote:
"Jak lu jadi kuliah di UK?"
"Nggak tahu nih bonyok, gue sih maunya di Jogja aja, kan bareng lu."
Intan dibuat galau, dia ingin satu kampus dengan Pak Nathan.
Quote:
"Sorry Jak, kayaknya gue nggak jadi kuliah disana, gue uda buat option kuliah di Jakarta aja."
"Modus lu, bilang aja biar deket sama Pak Nathan."
"Nah tuh lu tau!"
***
Sekarang tak ada lagi yang namanya ada Ray ada Intan. Mereka terpisahkan antara Jakarta dan Yogya, mereka hanya dipertemukan saat liburan semesteran, itu pun mereka habiskan untuk traveling.
bersambung
Terimakasih yang sudah membaca
Keep smile and istiqamah.
Kritik dan saran dengan cara yang sopan.
emoticon-terimakasihemoticon-terimakasihemoticon-terimakasih
Kisah ini hanya fiktif belaka, apabila ada nama, tempat, dan kejadian yang sama, tidak ada unsur kesengajaan.
Cerpen ini pernah tayang di platform tetangga dengan judul Kamupelase, dan cerpen pertama saya dengan segala kekurangan tanda bacanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar