Minggu, 20 Oktober 2019

[cerpen] Kamupelase (end)

Ada Apa dengan Ray [End]

Kumpulan Cerpen Hijrah


Sumber di sini


Kamupelase


Quote:

"Tidak pernah terlintas di benakku akan menikah dengan seseorang yang tak pernah kukenal."


"Intan, Nit, masih bolehkah aku memanggil nama itu?"

Dengan perlahan Intan membalikkan badannya.

"Raay!" Rona kebahagian pun terpancar, pelangi kehidupan mewarnai langkah mereka, tabir itu pun terbuka, tidak ada lagi rasa malu yang menghalau, Intan melompat dan langsung memeluknya.

"Mengapa bisa? aku tidak percaya dengan semua yang kulihat, kau pun tahu aku seperti apa, ini benarkan kau?" Sentuhan tangan lembut Intan mendarat di pipi Ray.

"Iyaa istriku sayang," jawab manja Ray, diikuti cubitan di hidung bangir istrinya.

"hehe, kau jauh berubah, apakah ini nyata Jak." Intan tak mampu membendung derasan air dari kelopak matanya meski dia berusaha untuk menahannya.

"Jangan panggil aku Jak, namaku Ray!"

Tiba-tiba suasana hening, semilir angin ikut menyambut kebahagian mereka yang hanya saling bertatapan, bersyukur bahwa takdir-Nya begitu indah.

"Kadangkala sifat keingintahuan manusia tidak bisa dihalangi oleh ego, kita harus membentengi diri dengan iman, seperti kita, 2 remaja yang selalu terbawa arus." Ray membuka kalimat, ditengah kebisuan sesaat.

"Jika kita tidak pernah berbuat salah, atau tahu apa yang terjadi saat itu, mungkin kita tidak akan seperti ini, bahkan jauh lebih buruk," ucap Ray, yang menatap Intan penuh kehangatan, kerinduan yang sangat mendalam.

"Ternyata kamu pandai berkamuflase atau kamu memang Kamupelase (Kamu Pecinta Lelaki -Sejenis)." Goda Intan yang kembali 180 derajat ke sifat aslinya.

"Jangan kau berprasangka seperti itu sayang, itu tidak baik, kadang prasangkamu merupakan do’a untukku, bahkan aku tidak mengenal siapa aku sebelum kejadian itu," Ray menanggapi.

"Maafkan aku ya Ray, sebenarnya malam itu kamu tidak merenggut apapun dariku, setelah kutitipkan surat dibiodataku kepada ayah, kuberanikan diri untuk ke dokter, aku tak pernah mengkonfirmasi lagi, pikirku bila memang jodohku, mencintai aku karena-Nya, dia tidak akan melihat bagaimana masa laluku, tapi kau tetap maju dan segera melamarku, curang!ternyata kau sudah tahu itu aku." Dengan cubitan mesra mendarat di pinggang Ray.

"Siapa suruh, kamu tidak mau melihat biodataku dulu!" Lanjut Ray.

"Ih," lirih manja Intan, sambil mencubit pinggang suaminya. "Lalu, bagaimana dengan orang tuamu?"

Ray belum sempat menjawab pertanyaan Intan, terdengar suara ketukan dari luar.

The End.



"Kita tidak akan menjadi baik, bila kita tidak pernah  berbuat salah, bukan berarti menjadi baik harus dengan berbuat kesalahan." Cahaya

Terimakasih yang sudah membaca




Keep smile and istiqamah.


Saran dan kritik dengan cara baik.

Kisah ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan cerita, nama, adalah tanpa ada kesengajaan, ini murni dari imajinasi saya, yang mungkin terinspirasi dari film-film yang saya tonton.

Jakarta, 01 Oktober 2019
Selasa, 22:59


Tidak ada komentar:

Posting Komentar