Gelombang asmara telah menemukan frekuensi yang sesuai, dengan suara jernih tanpa usikan. Terdengar kidung syahdu membawaku ke alam bawah sadar_candu asmara menggelora.
Aku memberanikan diri untuk merajut benang kasih diikuti oleh lantunan irama merdu, sehelai demi sehelai kubentuk gambar hati, kumenikmatinya ... sesekali aku terbuai dan kembali sadar.
Ketika darahku mendidih, kulepas ikatannya dan menata kembali benang yang terserak ... kusut .... Apa yang aku lakukan? tersadar dengan keadaan. Kurapikan dan rajut kembali meski harus kupinjam kesabaran Dewi Fortuna.
Aku manusia minim asa, kuhempaskan semuanya ... aku terbaring tanpa jiwa. Angin sejuk setiba menyapa, dia merangkaikannya untukku, diikat semua simpulan hingga kutak mampu melerainya.
Jakarta, 17 Desember 2018
Senin: 10:59
#keepsmile&istiqamah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar