Gemercik air lingkar terdengar lirih, kubangkit dan terus mencari ... akankah kutemukan tanih jenuh di atas padang pasir?
Bulir-bulir peluh membanjiri raga, aku tertatih melebur harap hingga mampu menemukan setets air. Asa yang mulai surut terhimpit lelah, jalan yang kutuju tak sua jua.
Aku kehilangan arah! adakah jalan tanpa sesat? setiba angin menyapa, serupa manusia memberikan arah.
Nelangsa kalbu berkecamuk suka, gairah kembali menyapa ... engkau menemani raga yang hening, jiwa yang hampa.
Pengembaraanku kini begitu berarti, terarah, dan pasti, meski untuk menemukan tempat tersembunyi harus melewati jalan terjal tak bertepi ... aku tetap penuh dengan energi, karena ada engkau hai! kompas cinta yang selalu menemani
Jakarta, 27 Desember 2018
Kamis, 11:19
#Keepsmile&istiqamah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar